skip to Main Content

Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna..
Terhanyut aku akan nostalgi, saat kita sering luangkan waktu, nikmati bersama suasana Jogja..

Sepenggal lirik dari lagu berjudul “Yogyakarta” ini membuat kita akan selalu rindu dengan kota yang memiliki slogan “Berhati Nyaman”. Tapi, memang ada yang berbeda dengan Yogyakarta saat ini, kota yang berbudaya ini mulai terkena dampak modernisasi yang mengatasnamakan pembangunan. Nostalgi akan masa lalu selalu menjadi pembicaraan di sela-sela obrolan santai ketika guyub di angkringan. (Reza Akhmad/hipwee.com)

Namun, masih ada yang tak berbeda kota di ini, kuliner-kuliner khas yang tersaji dengan keramahan memberikan sebuah cita rasa khas tempo dulu yang masih bisa kita nikmati sampai sekarang ditengah-tengah modernisasi di Kota Yogya. Sebut saja gudheg, bakpia, ronde, kipo, jenang gempol, dan masih banyak lagi kuliner khas yang selalu bisa kita nikmati sembari merasakan keramahan di setiap sudut kota saat kita kembali pulang.

Yogyakarta memang sudah berubah akan tetapi sebuah cita rasa dari kota ini takkan lekang oleh waktu. Kami ada untuk merekam dan merangkum warisan-warisan kearifan lokal khususnya di bidang kuliner agar anak cucu kita nantinya akan selalu ingat bahwa sebuah cita rasa terbaik itu tidak hanya sekedar mencampur bumbu dan berbagai macam bahan akan tetapi ada sebuah keramahan di dalamnya.

For Business Inquiry : inflickindonesia@gmail.com

×Close search
Search

Send this to a friend